SEOUL  – Korea Selatan tidak lagi mendapat layanan istimewa yang dikhaskan kepada negara-negara membangun oleh Pertubuhan Perdagangan Dunia (WTO) dalam rundingan-rundingan akan datang susulan peningkatan negara itu dari segi status ekonomi global, kata Menteri Kewangannya pada Jumaat.

Akhir Julai lalu, Presiden Donald Trump memberi tekanan kepada WTO untuk mengubah cara ia menetapkan status negara-negara membangun termasuk China yang mana mereka akan mendapat layanan istimewa.

Layanan tersebut adalah tidak adil, kata Trump.

Status negara membangun oleh Korea Selatan adalah ditetapkan sendiri oleh negara berkenaan.

“Kerajaan membuat keputusan untuk tidak lagi mendapatkan layanan istimewa sebagai sebuah negara membangun semasa rundingan-rundingan akan datang dengan WTO,” kata Menteri Kewangannya, Hong Nam-ki dalam satu sidang media di sini.

Katanya, keputusan tersebut bukan bermakna Korea Selatan menggugurkan status negara membangun yang dimiliknya tetapi hanya melibatkan layanan istimewa oleh WTO.

Korea Selatan yang merupakan ekonomi keempat terbesar Asia mengekalkan status negara membangunnya dalam WTO sejak badan tersebut ditubuhkan pada 1995.

Menurut Menteri Kewangan itu, kerajaan akan melakukan semua usaha untuk melindungi industri pertanian negara tersebut.- Agensi

Tinggal Komen

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.